
Coba kalau di dalam poin strategi misalnya tertulis seperti ini, ”kita harus berjuang sekuat tenaga dan jangan sampai melanggar Nilai-nilai perjuangan!” Maka semuanya membuat PENAFSIRAN!
Saya melakukan Tehnik A dengan tujuan X, orang sebelah saya menggunakan teknik B dengan tujuan W, di propinsi menggunakan teknik C dengan tujuan Z, di kabupaten menggunakan teknik D dengan tujuan V dan RW dan RT pun menggunakan teknik yang berbeda dengan tujuan yang berbeda. Yang penting mereka bersungguh-sungguh dan tidak melanggar nilai-nilai perjuangan!
Ini banyak terjadi, semua orang akhirnya menafsirkan masing-masing, semua orang merasa paling benar dan semua orang merasa mereka sudah melakukan yang terbaik dan tidak melanggar nilai-nilai perjuangan. Padahal bisa jadi mereka sebenarnya sudah melanggar nilai-nilai perjuangan itu.
Ini banyak terjadi, semua orang akhirnya menafsirkan masing-masing, semua orang merasa paling benar dan semua orang merasa mereka sudah melakukan yang terbaik dan tidak melanggar nilai-nilai perjuangan. Padahal bisa jadi mereka sebenarnya sudah melanggar nilai-nilai perjuangan itu.
Jadinya malah sia-sia, karena orang akan menilai yang ini bilang begini yang itu bilang begitu, mana yang benar nih?

0 komentar:
Posting Komentar