
Maka harus kembali lagi ke dasarnya bahwa partai itu adalah kendaraan politik. Orang yang masuk ke dalamnya adalah supir dan penumpang. Semuanya punya tujuan untuk pindah ke satu tempat. Dari daerah A naik mobil menuju daerah B.
Sangat aneh jika penumpang dan supir naik mobil tapi mobilnya itu tidak jalan. Karena tujuan mereka naik mobil hanya untuk mengobrol di dalam mobil. Anehkan? Naik mobil tapi hanya untuk ngobrol? Padahal mobil itu tujuannya untuk mengantarkan kita ke suatu tempat bukan untuk tempat berdiskusi. Kalau mau diskusi atau mau beribadah ya ada tempatnya.
Atau penumpang dan supirnya berkumpul hanya membahas soal bagaimana mobil ini kelihatan bagus, bagaimana cat mobil ini, bagaimana mobil ini dipasang speaker yang bagus dan sebagainya. lalu setelah itu mereka naik mobil itu dan mereka berdebat soal cat, soal speaker, soal bunyi klakson dan sebagainya. Mereka berdebat terus tapi faktanya mobil itu tidak dicat, tidak diganti speaker, tidak ganti klaksonnya dan yang terparah mobil itu tidak dijalankan.

0 komentar:
Posting Komentar