Kenapa mereka merasa menjadi pihak yang dirugikan?

// // Leave a Comment
 
Masyarakat itu sudah tahu, apa yang akan para calon lakukan. Sama-sama saling berpura-pura. Calon pemimpin itu butuh masyarakat untuk dia berakting, maka yang datang itu tidak mau sia-sia datangnya, berapa bayaran aktingnya?

Kalau ada calon yang mengeluh kita sudah capek-capek memelihara dari dulu, tapi tiba-tiba masyarakat berpaling pada saat hari pemilihan, yang salah adalah calon itu sendiri. Karena calon ini mau ”menipu” para pemilih bukan? Jelas! Para calon sama saja menjadikan masyarakat pemilih itu sapi atau ayam. Masyarakat di perlakukan dengan baik karena tujuan dari kebaikan itu agar masyarakat pada saatnya memilih mereka.

Para calon marah dan kecewa karena masyarakat ternyata tidak memilih mereka. Banyak yang bilang, ”kita sudah capek membina mereka, tapi mereka memilih yang lain”. Dari bahasa itu jelas para calon mencoba menipu masyara­kat. Masyarakat dikasih umpan dengan harapan masyarakat makan umpan itu. Para calon sudah menipu masyarakat! Masyarakat diberi kebaikan dengan harapan memilih mereka.

Kenapa para calon marah ketika masyarakat ”menipu” mereka? Bukankah mereka sama-sama punya tujuan buruk? Kenapa mereka merasa menjadi pihak yang dirugikan?




Selengkapnya untuk mendapatkan buku ini bisa klik gambar dibawah ini....

http://bukuteddy.blogspot.co.id/2016/01/contact.html


0 komentar:

Posting Komentar