
Yang belum pantas menjadi pengurus partai saya tidak terima. Makanya saya yang mengendalikan penuh siapa saja yang akan saya pilih. Selain kenal, dia harus sepaham dan juga orang yang sudah ”jadi”.
Ibarat di klub MU, saya akan beli pemain yang memang pemain bola yang sudah hebat. Nanti dia akan saya klopkan dengan pemain lain untuk mengikuti pola permainan saya.
Jadi sangat bodoh jika saya memilih pemain golf untuk menjadi pemain bola di MU. Saya harus ajarkan lagi bagaimana caranya bermain bola, saya harus ajarkan lagi bagaimana menendang dan sebagainya. Saya harus latih dia agar dia bisa suka dan mengenal bola.
Bayangkan.. masih dalam pengenalan bola lalu saya terjunkan dia untuk ikut bertanding dalam laga melawan Real Madrid. Dan ternyata ada 8 pemain saya yang bukan pemain bola dan masih dalam proses belajar bermain bola, maka MU akan dikalahkan dengan mudah oleh Real Madrid. 0-10!

0 komentar:
Posting Komentar